Senin, 25 Januari 2016

Langkah-Langkah Membuat BLOG

1. CARA MEMBUAT BLOG
- Buka web browser anda kemudian login ke blogger.com dengan cara mengetikkan "blogger.com" pada alamat url maka akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini, masukkan email dan kata sandi kemudian pilih Masuk.


- setelah itu akan muncul halaman seperti berikut ini, kemudian pilih Blog Baru:



- pada halaman berikut isikan judul blog, alamat blog dan pilih salah satu template yang anda sukai kemudian pilih Buat Blog.



- untuk melihat tampilan blog pilih Lihat blog yang terletak di atas seperti gambar berikut ini :



 


 - berikut adalah tampilan blog yang sudah dibuat, tapi belum ada postingan untuk membuat postingan, pilih Entri Baru atau Desain.




 - untuk membuat postingan pilih Entri baru pada sebelah kiri tampilan seperti gambar di bawah ini :



- maka akan muncul tampilan seperti berikut. masukkan judul postingan, dan tulis isi postingan pada kotak di bawahnya, setelah selesai klik simpan kemudian klik publikasikan.


- pilih Lihat blog, maka akan muncul tampilan postingan yang telah dibuat seperti berikut.


2. CARA MEMBUAT MENU DROPDOWN

- Pilih menu template > klik Edit Html
- Lalu letakan kode css di bawah ini tepat di atas kode ]]></b:skin> atau </style>


 nav {
    display: block;
    margin-top: 100px;
    background: #374147;
}

.menu {
    display: block;
}

.menu li {
    display: inline-block;
    position: relative;
    z-index: 100;
}

.menu li:first-child {
    margin-left: 0;
}

.menu li a {
    font-weight: 600;
    text-decoration: none;
    padding: 20px 15px;
    display: block;
    color: #fff;
    transition: all 0.2s ease-in-out 0s;
}

.menu li a:hover,.menu li:hover>a {
    color: #fff;
    background: #9ca3da;
}

.menu ul {
    visibility: hidden;
    opacity: 0;
    margin: 0;
    padding: 0;
    width: 150px;
    position: absolute;
    left: 0px;
    background: #fff;
    z-index: 99;
    transform: translate(0,20px);
    transition: all 0.2s ease-out;
}

.menu ul:after {
    bottom: 100%;
    left: 20%;
    border: solid transparent;
    content: " ";
    height: 0;
    width: 0;
    position: absolute;
    pointer-events: none;
    border-color: rgba(255, 255, 255, 0);
    border-bottom-color: #fff;
    border-width: 6px;
    margin-left: -6px;
}

.menu ul li {
    display: block;
    float: none;
    background: none;
    margin: 0;
    padding: 0;
}

.menu ul li a {
    font-size: 12px;
    font-weight: normal;
    display: block;
    color: #797979;
    background: #fff;
}

.menu ul li a:hover,.menu ul li:hover>a {
    background: #9ca3da;
    color: #fff;
}

.menu li:hover>ul {
    visibility: visible;
    opacity: 1;
    transform: translate(0,0);
}

.menu ul ul {
    left: 149px;
    top: 0px;
    visibility: hidden;
    opacity: 0;
    transform: translate(20px,20px);
    transition: all 0.2s ease-out;
}

.menu ul ul:after {
    left: -6px;
    top: 10%;
    border: solid transparent;
    content: " ";
    height: 0;
    width: 0;
    position: absolute;
    pointer-events: none;
    border-color: rgba(255, 255, 255, 0);
    border-right-color: #fff;
    border-width: 6px;
    margin-top: -6px;
}

.menu li>ul ul:hover {
    visibility: visible;
    opacity: 1;
    transform: translate(0,0);
}

.responsive-menu {
    display: none;
    width: 100%;
    padding: 20px 15px;
    background: #374147;
    color: #fff;
    text-transform: uppercase;
    font-weight: 600;
}

.responsive-menu:hover {
    background: #374147;
    color: #fff;
    text-decoration: none;
}

a.homer {
    background: #9ca3da;
}

@media (min-width: 768px) and (max-width: 979px) {
    .mainWrap {
        width: 768px;
    }

    .menu ul {
        top: 37px;
    }

    .menu li a {
        font-size: 12px;
    }

    a.homer {
        background: #374147;
    }
}

@media (max-width: 767px) {
    .mainWrap {
        width: auto;
        padding: 50px 20px;
    }

    .menu {
        display: none;
    }

    .responsive-menu {
        display: block;
        margin-top: 100px;
    }

    nav {
        margin: 0;
        background: none;
    }

    .menu li {
        display: block;
        margin: 0;
    }

    .menu li a {
        background: #fff;
        color: #797979;
    }

    .menu li a:hover,.menu li:hover>a {
        background: #9ca3da;
        color: #fff;
    }

    .menu ul {
        visibility: hidden;
        opacity: 0;
        top: 0;
        left: 0;
        width: 100%;
        transform: initial;
    }

    .menu li:hover>ul {
        visibility: visible;
        opacity: 1;
        position: relative;
        transform: initial;
    }

    .menu ul ul {
        left: 0;
        transform: initial;
    }

    .menu li>ul ul:hover {
        transform: initial;
    }
}

@media (max-width: 480px) {
}

@media (max-width: 320px) {
}
- Selanjutnya letakan kode html di bawah ini tepat di bawah kode </header> 


 <nav>
<a id="resp-menu" class="responsive-menu" href="#"><i class="fa fa-reorder"></i> Menu</a>    
   <ul class="menu">
   <li><a class="homer" href="#"><i class="fa fa-home"></i> HOME</a>
   <ul class="sub-menu">
   <li><a href="#">Sub-Menu 1</a></li>
   <li><a href="#">Sub-Menu 2</a></li>
   <li><a href="#">Sub-Menu 3</a></li>
   <li><a href="#">Sub-Menu 4</a></li>
   <li><a href="#">Sub-Menu 5</a></li>   
   </ul>
   </li>
  <li><a  href="#"><i class="fa fa-user"></i> ABOUT</a></li>
  <li><a  href="#"><i class="fa fa-camera"></i> PORTFOLIO</a>
  <ul class="sub-menu">
   <li><a href="#">Sub-Menu 1</a></li>
   <li><a href="#">Sub-Menu 2</a>
    <ul>
    <li><a href="#">Sub Sub-Menu 1</a></li>
    <li><a href="#">Sub Sub-Menu 2</a></li>
 <li><a href="#">Sub Sub-Menu 3</a></li>
    <li><a href="#">Sub Sub-Menu 4</a></li>
 <li><a href="#">Sub Sub-Menu 5</a></li> 
    </ul>
   </li>
     <li><a href="#">Sub-Menu 3</a>
    <ul>
    <li><a href="#">Sub Sub-Menu 1</a></li>
    <li><a href="#">Sub Sub-Menu 2</a></li>
 <li><a href="#">Sub Sub-Menu 3</a></li>
    <li><a href="#">Sub Sub-Menu 4</a></li>
 <li><a href="#">Sub Sub-Menu 5</a></li> 
    </ul>
   </li>
   </ul>
  </li>
  <li><a  href="#"><i class="fa fa-bullhorn"></i> BLOG</a></li>
    <li><a  href="#"><i class="fa fa-tags"></i> CATEGORIES</a>
  <ul class="sub-menu">
   <li><a href="#">Sub-Menu 1</a></li>
   <li><a href="#">Sub-Menu 2</a>
    <ul>
    <li><a href="#">Sub Sub-Menu 1</a></li>
    <li><a href="#">Sub Sub-Menu 2</a></li>
 <li><a href="#">Sub Sub-Menu 3</a></li>
    <li><a href="#">Sub Sub-Menu 4</a></li>
 <li><a href="#">Sub Sub-Menu 5</a></li> 
    </ul>
   </li>
     <li><a href="#">Sub-Menu 3</a>
    <ul>
    <li><a href="#">Sub Sub-Menu 1</a></li>
    <li><a href="#">Sub Sub-Menu 2</a></li>
 <li><a href="#">Sub Sub-Menu 3</a></li>
    <li><a href="#">Sub Sub-Menu 4</a></li>
 <li><a href="#">Sub Sub-Menu 5</a></li> 
    </ul>
   </li>
   </ul>
  </li>
  <li><a  href="#"><i class="fa fa-envelope"></i> CONTACT</a></li>
  <li><a  href="#"><i class="fa fa-sitemap"></i> SITEMAP</a></li>
  <li><a  href="#"><i class="fa fa-exclamation-triangle"></i> DISCLAIMER</a></li>
  </ul>
  </nav> 
 - Langkah terakhir simpan kode di bawah ini tepat di atas kode </body>

<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
$(document).ready(function(){ 
 var touch  = $('#resp-menu');
 var menu  = $('.menu');
 
 $(touch).on('click', function(e) {
  e.preventDefault();
  menu.slideToggle();
 });
 
 $(window).resize(function(){
  var w = $(window).width();
  if(w > 767 && menu.is(':hidden')) {
   menu.removeAttr('style');
  }
 });
 
});
//]]>
</script>
 
- setelah menulis serangkaian script di atas maka simpan template setelah itu Lihat blog maka akan tampil seperti gambar di bawah ini
  
3. CARA MENAMBAH MENU BARU
- pilih template kemudian klik Edit HTML, lalu ketikan script seperti gambar di bawah ini :

 - setelah disimpan, hasilnya bisa dilihat sebagai berikut 


 

4. CARA MENGGANTI HEADER
- untuk mengganti header, masuk ke halaman dasbor blogger kemudian pilih Tata Letak, pada kotak Header pilih Edit pada sudut kanan bawah seperti berikut ini :


- maka akan muncul gambar seperti berikut ini, dan tulis judul baru (header) untuk mengganti header, dan isi deskripsi blog (jika mau) :





  - maka hasilnya akan seperti ini :


5. CARA MEMBUAT LABEL
- masuk ke dasbor blogger pilih Entri baru, setelah mengisi judul dan isi postingan kemudian ketikkan nama label yang diinginkan, di sini postingan akan ditautkan dengan label ABOUT kemudian pilih Selesai.

- copy alamat html kemudian paste-kan pada script html di Edit HTML, seperti berikut ini :




5. CARA MENGEDIT JUDUL POSTINGAN
- masuk ke dasbor blogger pilih Pos kemudian klik Edit di bawah judul postingan yang akan di edit seperti berikut ini:



- ganti judul postingan sesuai dengan yang diinginkan kemudian klik Perbarui.
  - maka hasilnya akan seperti gambar di bawah ini:
sekian & semoga bermanfaat..


Selasa, 12 Januari 2016

Blue Screen

Apa Penyebab Blue Screen of Death Pada Windows?? Penyebab Blue Screen of Deat (BSOD) biasanya disebabkan adanya masalah dengan hardware atau software driver pada komputer kamu. Software biasa tidak akan menyebabkan komputer kamu mengalami masalah seperti ini. Penyebab Blue Screen disebabkan oleh masalah hardware atau software dengan tingkat rendah yang berjalan di kernel Windows. Blue Screen terjadi ketika Windows bertemu dengan Error STOP sehingga terjadi kegagalan kritis yang menyebabkan Windows crash dan berhenti bekerja. Satu-satunya yang dapat dilakukan Windows disaat seperti ini hanyalah restart. Jika kamu sedang mengetik atau mengerjakan tugas lain yang sangat penting dan Blue Screen terjadi maka kamu akan kehilangan data. Kamu tidak memiliki kesempatan untuk menyimpan data karena Blue Screen tiba-tiba akan terjadi dengan cepat dan membuat komputer kamu restart. Ketika Blue Screen terjadi, Windows secara otomatis akan membuat Minidump yang menampilkan informasi tentang crash yang terjadi dan menyimpannya di dalam hardisk kamu. Dengan menggunakan minidump, kamu dapat memperbaiki penyebab terjadinya Blue Screen. Bagaimana Cara Mengatasi Komputer Restart Tiba-tiba Saat BSOD?? Secara default, Windows akan melakukan restart setiap komputer terkena Blue Screen. Jika komputer mati tanpa alasan yang jelas mungkin itu Blue Screen. Ini benar-benar hal yang sangat menyebalkan, apalagi ketika kamu sedang mengerjakan tugas penting. Namun ada caranya untuk mengatasi komputer tiba-tiba restart ketika Blue Screen. Caranya mudah sekali, kamu cukup membuka System Security>System dan klik Change settings dibagian computer name, domain dan workgroup settings. Setelah itu pilih tab Advanced>Settings pada Startup and Recovery. Kemudian hilangkan centang pada Automatically restart. Bagaimana Cara Melihat Penyebab BSOD?? Untuk dapat melihat penyebab Blue Screen yang terjadi pada komputer kamu, ada dua cara. Pertama kamu bisa menggunakan software gratis dari NirSoft’s yaitu BlueScreenView dan menggunakan Windows Event Viewer. Kedua cara ini akan melakukan pencarian file minidump yang dibuat Windows ketika Blue Screen selain itu juga akan menampilkan crash yang terjadi pada Windows. Cara Mengatasi Blue Screen Pada Windows Pada Windows 7 atau Windows versi terbaru, informasi Blue Screen ditampilkan di Action Center. Jika kamu pengguna Windows 7 atau Windows versi terbaru, kamu dapat membukanya dan mengklik Check for Solutions pada menu maintenance. Ini akan membuat Windows memeriksa penyebab Blue Screen dan berbagai error lainnya yang terjadi pada komputer kamu. Dengan begini kamu sudah dapat mengatasi Blue Screen. Berbagai Cara Mengatasi Blue Screen Pada Windows Cara diatas adalah salah satu cara mengatasi Blue Screen yang terjadi pada Windows 7, berikut ini ada beberapa cara lain untuk mengatasi Blue Screen. System Restore – Jika Blue Screen baru saja terjadi pada komputer kamu maka sebaiknya kamu menggunakan System Restore untuk mengatasinya. Ini akan membuat komputer kamu kembali ke keadaan sebelumnya. Kalau system restore ini berhasil maka kemungkinan Blue Screen terjadi karena kesalahan software. Scan Malware – Malware yang menembus jauh ke dalam Windows apalagi jika sampai di kernel Windows sebuah tingkat dimana hal paling rendah di Windows dapat menyebabkan tidak stabilnya sistem. Solusi untuk mengatasi ini dengan melakukan scan antivirus terhadap malware. Install Update Driver – Sebuah driver yang salah install atau tidak diupdate dapat menyebabkan crash. Download driver terbaru dari perusahaan hardware komputer kamu, mungkin ini akan memperbaiki masalah BSOD. Boot ke Safe Mode – Jika komputer kamu mengalami BSOD ketika dinyalakan, kamu bisa masuk ke Safe Mode. Pada Safe Mode, Windows hanya mengambil driver-driver yang penting. Jika kamu salah menginstall driver yang menyebabkan BSOD, dengan Safe Mode kamu dapat menguninstallnya. Periksa Masalah Hardware – Blue Screen dapat terjadi ketika kegagalan hardware terjadi dari komputer. Caranya dengan mengetikkan Memory Diagnostics Tool pada Start Menu atau mungkin komputer kamu terlalu panas dan kekurangan fan. Install Ulang Windows – Ini adalah pilihan terakhir yang bisa kamu lakukan adalah menginstall ulang komputer kamu. Dengan cara ini, sistem akan terbangun dari awal dan tidak akan ada kerusakan. Jika kamu tetap mengalami Blue Screen berarti permasalahannya ada di hardware. Sebuah komputer yang jarang sekali muncul Blue Screen misalkan saja dua tahun sekali, ini bukan masalah yang harus kamu takutkan. Namun bila komputer kamu sering sekali mengalami Blue Screen, sebaiknya kamu harus cepat mengatasinya.

8 Kerajinan Tangan Unik

Komputer Sering Hang

Harus dikatakan bahwa ada banyak sekali penyebab komputer sering hang, baik itu disebabkan oleh software maupun hardware didalamnya. Terjadinya hal bisa sangat rutin terjadi pada komputer yang memiliki spek rendah maupun komputer yang kurang dirawat. Akibat dari hang bisa banyak sekali, mulai dari program yang tiba-tiba macet, not responding, mouse macet, keyboard tidak berfungsi, program tiba-tiba menutup sendiri, atau bahkan komputer melakukan restart otomatis. Beruntung bila hang terjadi hanya sebentar dan tidak membuat komputer mati, namun hal yang paling menjengkelkan adalah ketika komputer hang dalam waktu lama bahkan sampai mati senditi maupun harus di restart ulang. Berikut ini adalah beberapa penyebab komputer sering hang beserta solusinya: - Kapasitas RAM yang minim Mungkin ini adalah penyebab yang sering terjadi mengapa komputer sering mengalami hang. Kapasitas RAM yang minim tentunya tidak akan mampu untuk menjalankan program yang berat maupun membuka banyak program secara bersamaan. Biasanya jika demikian penyebabnya, maka Anda harus mengurangi atau menutup program-program yang sedang dijalankan. Sebagai contoh Anda sedang mengakses web browser bersamaan dengan Photoshop, Winamp, Corel Draw, dan Nero, kemudian komputer macet atau Not Responding, segera tutup salah satu program atau lebih. Untuk PC Windows bisa dilakukan dengan cara klik CTRL+SHIFT+ESC secara bersamaan. Maka muncul window baru yakni Window Task Manager. Pada posi aplikasi klik salah satu program, kemudian klik End Task dibagian bawah. Tetapi apabila proses Windows Task Manager juga ikut Not Responding, cara terakhir adalah dengan me-restart komputer. - RAM rusak atau ada masalah Penyebab komputer sering hang yang kedua adalah kemungkinan RAM yang sudah rusak atau memiliki masalah. Yang paling sering adalah kebersihan komponen RAM, baik itu ada kotoran maupun debu dibagian pin (kaki-kakinya). Mengatasi hal ini tentu Anda harus membersihkan RAM dari kotoran yang ada, alhasil komputer akan kembali pulih seperti sedia kala. - Komputer Overheat atau kepanasan Didalam komputer ada komponen-komponen yang cukup sensitif terhadap panas berlebih. Akibatnya jika kipas pendingin didalam komputer tidak maksimal bekerja, maka panas berlebih atau Overheat akan terjadi. Pastinya masalah hang bisa terjadi dan membuat Anda kesal. Maka dari itu perawatan komponen pendingin harus diperhatikan betul serta akan lebih baik jika Anda meletakan komputer di area yang baik sirkulasi udaranya. - Motherboard serta memory rusak Ada istilah layar biru atau Blue Screen of Death dimana pada layar komputer tiba-tiba berubah menjadi biru dengan banyak tulisan berbahasa Inggris. Salah satu tulisan yang utama adalah Fatal Exception Error, dimana kalimat tersebut berarti data yang tersimpan di memori tidak dapat terbaca. Silahkan cek memori Anda dengan aplikasi bawaan atau bisa juga dengan MemTest86, yang dapat diunduh disini. Bila kerusakan fatal terjadi pada motherboard atau memori, solusi terakhir adalah dengan menggantinya. - Harddisk bermasalah Usia dan performa pada perangkat keras Harddisk juga berpengaruh membuat komputer mengalami hang. Segera cek dengan scan atau check disk, jika memang Harddisk performanya sudah menurun, solusi terakhir adalah dengan memformat Harddisk secara penuh, atau bisa membeli lagi yang baru. - Power Supply bermasalah Power Supply yang sudah tidak optimal memungkinkan akan membuat komputer sering hang. Pertama yang dilakukan adalah dengan mengecek keadaan Power Supply tersebut di BIOS pada menu Hardware Monitor. Solusi jitu adalah dengan menempatkan posisi Power Supply pada area dengan sirkulasi udara baik karena kerusakan biasanya diakibatkan oleh panasnya suhu. Selain itu pembersihan juga wajib dilakukan. - Kerusakan sistem operasi Sistem operasi yang terinfeksi virus bisa mengakibatkan hal yang fatal, salah satunya adalah seringnya komputer sering hang. Selain virus, bisa juga karena ada salah satu perangkat lunak sistem yang tidak sengaja terhapus. Jurus jitunya, tentu adalah dengan menginstall ulang sistem operasi. - Tegangan listrik tidak stabil Siapa bilang kekuatan listrik juga tidak mempengaruhi kinerja komputer. Tegangan listrik yang tidak stabil bisa menyebabkan kerusakan komponen hardware komputer apabila berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Untuk mengatasinya, gunakan perangkat UPS atau stabilisator voltase agar tegangan listrik lebih stabil dan ada back up.

Adab Masuk Rumah

Setiap Muslim hendaknya memperhatikan sunnah-sunnah ketika ia akan keluar rumah dan kembali/masuk ke dalam rumah. Misalnya saja doa yang diucapkan, memberi salam, dan lainnya. Doa yang dianjurkan ketika hendak keluar rumah yaitu: Bismillahi tawakaltu ‘alallahi laa haula walaa quwwata illa billah Artinya: “Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan selain dari Allah.” (HR. Abu Daud, Tirmidzy dan Nasai) Doa lain yang diajarkan Rasulullah saw yaitu: Allahumma innii a’uudzubika an adlilla au udlalla, au azilla au uzalla, au azhlima au uzhlama, au ajhala au yujhala ‘alayya Artinya: “Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyesatkan atau disesatkan; dari menggelincirkan atau digelincirkan; dari menganiaya atau dianiaya; dari membodohi atau saya dibodohi (orang lain) (HR. Abu Daud dan Tirmidzy) Dengan membaca doa ini insya Allah kita akan selalu dilindungi oleh Allah swt selama berada di luar rumah. Sunnah berikutnya adalah mendahulukan kaki kiri ketika keluar rumah, serta memberi salam kepada keluarga. Sebelum keluar rumah hendaknya menentukan niat dan tujuan, serta memastikan barang bawaan tidak ada yang tertinggal. Kaum perempuan yang hendak keluar rumah harus memperhatikan hal-hal berikut: tidak diperkenankan memakai wangi-wangian/parfum, menutup aurat dan merapikan hijab/jilbabnya. Selain itu, haram bagi wanita berpergian tanpa izin orangtua/suami dan dilarang berpergian sampai tiga hari tanpa disertai mahramnya. Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri ra katanya: Rasulullah saw bersabda: “Haram bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat musafir, di mana perjalanannya melebihi dari tiga hari melainkan bersama ayah, anak lelaki, suami, saudara lelaki atau siapa sahaja mahramnya yang lain.” (H.R. Bukhari dan Muslim) Ketika kembali dari berpergian dan hendak masuk ke rumah, disunnahkan untuk berdoa: Allahuma inni as aluka khoiral muulaji wa khoiral mukhroji bismillahi walajnaa wa bismillahi khorojnaa wa alalloohi rabbina tawakkalnaa Artinya: “Ya Allah, aku minta kepadaMu baiknya rumah yang kumasuki dan rumah yang kutinggalkan. Dengan nama Allah kami masuk rumah, dengan nama Allah aku keluar rumah, serta kepada-Nya aku berserah diri. ” Ketika masuk ke rumah hendaknya mendahulukan kaki kanan dan mengucapkan salam kepada keluarga yang berada di rumah.

Adab Kepada Orangtua

1. Berbicaralah kamu kepada kedua orang tuamu dengan adab dan janganlah mengucapkan “Ah” kepada mereka, jangan hardik mereka, berucaplah kepada mereka dengan ucapan yang mulia. 2. Selalu taati mereka berdua di dalam perkara selain maksiat, dan tidak ada ketaatan kepada makhluk di dalam bermaksiat kepada sang Khalik. 3. Lemah lembutlah kepada kedua orangtuamu, janganlah bermuka masam serta memandang mereka dengan pandangan yang sinis. 4. Jagalah nama baik, kemuliaan, serta harta mereka. Janganlah engkau mengambil sesuatu tanpa seizin mereka. 5. Kerjakanlah perkara-perkara yang dapat meringankan beban mereka meskipun tanpa diperintah. Seperti melayani mereka, belanja ke warung, dan pekerjaan rumah lainnya, serta bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu. 6. Bermusyawarahlah dengan mereka berdua dalam seluruh kegiatanmu. Dan berikanlah alasan jika engkau terpaksa menyelisihi pendapat mereka. 7. Penuhi panggilan mereka dengan segera dan disertai wajah yang berseri dan menjawab, “Ya ibu, ya ayah”. Janganlah memanggil dengan, “Ya papa, ya mama”, karena itu panggilan orang asing (orang-orang barat maksudnya –pent.). 8. Muliakan teman serta kerabat mereka ketika kedua orang tuamu masih hidup, begitu pula setelah mereka telah wafat. 9. Janganlah engkau bantah dan engkau salahkan mereka berdua. Santun dan beradablah ketika menjelaskan yang benar kepada mereka. 10. Janganlah berbuat kasar kepada mereka berdua, jangan pula engkau angkat suaramu kepada mereka. Diamlah ketika mereka sedang berbicara, beradablah ketika bersama mereka. Janganlah engkau berteriak kepada salah seorang saudaramu sebagai bentuk penghormatan kepada mereka berdua. 11. Bersegeralah menemui keduanya jika mereka mengunjungimu, dan ciumlah kepala mereka. 12. Bantulah ibumu di rumah. Dan jangan pula engkau menunda membantu pekerjaan ibumu. 13. Janganlah engkau pergi jika mereka berdua tidak mengizinkan meskipun itu untuk perkara yang penting. Apabila kondisinya darurat maka berikanlah alasan ini kepada mereka dan janganlah putus komunikasi dengan mereka. 14. Janganlah masuk menemui mereka tanpa izin terlebih dahulu, apalagi di waktu tidur dan istirahat mereka. 15. Jika engkau kecanduan merokok, maka janganlah merokok di hadapan mereka. 16. Jangan makan dulu sebelum mereka makan, muliakanlah mereka dalam (menyajikan) makanan dan minuman. 17. Janganlah engkau berdusta kepada mereka dan jangan mencela mereka jika mereka mengerjakan perbuatan yang tidak engkau sukai. 18. Jangan engkau utamakan istri dan anakmu di atas mereka. Mintalah keridhaan mereka berdua sebelum melakukan sesuatu karena ridha Allah tergantung ridha orang tua. Begitu juga kemurkaan Allah tergantung kemurkaan mereka berdua. 19. Jangan engkau duduk di tempat yang lebih tinggi dari mereka. Jangan engkau julurkan kakimu di hadapan mereka karena sombong. 20. Jangan engkau menyombongkan kedudukanmu di hadapan bapakmu meskipun engkau seorang pejabat besar. Hati-hati, jangan sampai engkau mengingkari kebaikan-kebaikan mereka berdua atau menyakiti mereka walaupun dengan hanya satu kalimat. 21. Jangan pelit dalam memberikan nafkah kepada kedua orang tua sampai mereka mengeluh. Ini merupakan aib bagimu. Engkau juga akan melihat ini terjadi pada anakmu. Sebagaimana engkau memperlakukan orang tuamu, begitu pula engkau akan diperlakukan sebagai orang tua. 22. Banyaklah berkunjung kepada kedua orang tua, dan persembahkan hadiah bagi mereka. Berterimakasihlah atas perawatan mereka serta atas kesulitan yang mereka hadapi. Hendaknya engkau mengambil pelajaran dari kesulitanmu serta deritamu ketika mendidik anak-anakmu. 23. Orang yang paling berhak untuk dimuliakan adalah ibumu, kemudian bapakmu. Dan ketahuilah bahwa surga itu di telapak kaki ibu-ibu kalian. 24. Berhati-hati dari durhaka kepada kedua orang tua serta dari kemurkaan mereka. Engkau akan celaka dunia akhirat. Anak-anakmu nanti akan memperlakukanmu sama seperti engkau memperlakukan kedua orangtuamu. 25. Jika engkau meminta sesuatu kepada kedua orang tuamu, mintalah dengan lembut dan berterima kasihlah jika mereka memberikannya. Dan maafkanlah mereka jika mereka tidak memberimu. Janganlah banyak meminta kepada mereka karena hal itu akan memberatkan mereka berdua. 26. Jika engkau mampu mencukupi rezeki mereka maka cukupilah, dan bahagiakanlah kedua orangtuamu. 27. Sesungguhnya orang tuamu punya hak atas dirimu. Begitu pula pasanganmu (suami/istri) memiliki hak atas dirimu. Maka penuhilah haknya masing-masing. Berusahalah untuk menyatukan hak tersebut apabila saling berbenturan. Berikanlah hadiah bagi tiap-tiap pihak secara diam-diam. 28. Jika kedua orang tuamu bermusuhan dengan istrimu maka jadilah engkau sebagai penengah. Dan pahamkan kepada istrimu bahwa engkau berada di pihaknya jika dia benar, namun engkau terpaksa melakukannya karena menginginkan ridha kedua orang tuamu. 29. Jika engkau berselisih dengan kedua orang tuamu di dalam masalah pernikahan atau perceraian, maka hendaknya kalian berhukum kepada syari’at karena syari’atlah sebaik-baiknya pertolongan bagi kalian. 30. Doa kedua orang itu mustajab baik dalam kebaikan maupun doa kejelekan. Maka berhati-hatilah dari doa kejelekan mereka atas dirimu. 31. Beradablah yang baik kepada orang-orang. Siapa yang mencela orang lain maka orang tersebut akan kembali mencelanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Termasuk dosa besar adalah seseorang mencela kedua orang tuanya dengan cara dia mencela bapaknya orang lain, maka orang tersebut balas mencela bapaknya. Dia mencela ibu seseorang, maka orang tersebut balas mencela ibunya.” (Muttafaqun ‘alaihi). 32. Kunjungilah mereka disaat mereka hidup dan ziarahilah ketika mereka telah wafat. Bershadaqahlah atas nama mereka dan banyaklah berdoa bagi mereka berdua dengan mengucapkan, “Wahai Rabb-ku ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Waha Rabb-ku, rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah merawatku ketika kecil”.

Kuputuskan Memakai Jilbab

Saat aku masih duduk di bangku sekolah menengah kejuruan (SMK) antara kelas satu dan dua (aku kurang ingat) aku mulai belajar memakai jibab(jilbab di sini maksudnya kerudung ya bukan gamis), awalnya yang membuatku tahu kalau jilbab itu wajib bagi seorang muslimah adalah dari seorang teman, terjadi percakapan ringan antara aku dengan seorang teman yang juga tetanggaku, waktu itu aku melihat seorang gadis berjilbab yang lewat di jalanan, akupun iseng bertanya kepada temanku itu Aku: sebenernya hukum menggunakan jilbab itu apa sih? Dia: hukum memakai jilbab itu sama seperti hukum mengerjakan sholat! Appa?!! Aku ternganga mendengar jawaban temanku dan masih nggak percaya Aku: masak sih?? Dia: iya, nggak percaya?? Kan ada perintahnya di dalam al qur’an surah apa mungkin tempatnya.. Aku: o..ya udah ayok dong kita pakai jilbab dia tak merespon malah memperlihatkan ekspresi yang aneh, yang membuatku tertawa. Tapi aku beruntung sekali punya teman sepertimu, aku jadi tahu betapa pentingnya menggunakan jilbab bahkan hukumnya wajib sama seperti shalat. Perintah Allah untuk muslimah agar mengenakan jilbab terdapat dalam al-qur’an surah an-nur ayat 59, yang berbunyi : “ wahai nabi suruhlah istri-istrimu, anak-anakmu, dan istri-istri kaum muslimin supaya mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka agar mereka lebih mudah untuk dikenal dan mereka tidak diganggu”. Mengingat usiaku yang sudah baligh berarti sudah wajib untuk mematuhi perintahNya (bila seorang sudah baligh berarti sudah mendapat beban taklif yaitu beban untuk mengerjakan kewajiban-kewajiban syar’i dan pada sat itu juga hukuman telah berlaku baginya bilamana dia meninggalkan kewajiban-kewajiban yang telah diwajibkan kepadanya) saat itu akupun mulai mengenakan jilbab di rumah, walaupun masih belum sempurna karena jilbab yang kukenakan untuk pertama kali di luar jam sekolah ini persis seperti cara pake jilbabnya si Marsha dalam film kartun “Marsha & the Bear”, stok jilbab yang masih sangat kurang dan yang ada hanya jilbab sejenis roshini saja. Sebenarnya ada rasa malu terbersit di dalam hatiku melihat disekitar rumahku tak ada yang mengenakan jilbab(menutup aurat) dikesehariannya kecuali pada saat mau pergi saja baru mereka mengenakan jilbab. Perlahan-lahan aku mulai memperbaiki jilbabku, seorang guru menjelaskan tentang jilbab, bagaimana cara berjilbab yang bener, dan mengomentari cara berjilbab yang salah” ada yang menggunakan jilbab tapi masih keliatan auratnya, kelihatan lehernya, kelihatan dadanya..” teman di belakangku bisikin “ tuu ana yang kayak gitu..” aku tersenyum malu mendengar kritikan tersebut, akupun mulai merubah cara jilbabku jadi pake peniti sehingga lebih baik lagi. Suatu hari guru olahragaku menginformasikan bahwa kami akan belajar renang ke putri duyung, aku jadi resah bagaimana aku akan ke sana nggak mungkin menggunakan jilbab belahan, jilbab jadipun aku tak punya, aku nggak mungkin membuka jilbab seperti yang teman-teman lakukan, aku sudah memutuskan untuk berjilbab. aku menanyakan seorang teman yang sudah tahu hukum jilbab bagaimana ia akan ke sana apakah dia akan pakai jilbab atau gimana, jawabnya “ aku akan pakai jilbab, tapi setelah selesai olahraga renang ini” aku tersenyum mendengar jawabannya, namun dalam hati aku bingung dengan apa yang ia katakan udah tahu hukum jibab tapi kok mau pake jilbabnya setelah olahraga renang, menjalankan syari’at kan nggak butuh kompromi. Seharian aku gelisah memikirkan olahraga renang ini, kalau aku pergi aku nggak punya jilbab, kalau nggak pergi nilai rapotku gimana? Perasaanku bener-bener ruwt. Hari H nya pun tiba, ada dua teman menjemputku ke rumah tapi aku menolaknya dan memutuskan untuk tidak pergi walaupun mereka dan ibuku juga memaksaku untuk ikut. 2 kali pertemuan aku tak pernah hadir padahal pertemuan terakhir katanya akan dinilai, aku nggak tau nilai rapotku datang dari mana, kalau di bilang dari nilai absensi aku nggak pernah hadir, waktu ulangan juga aku jawabnya asal-asalan, aku nggak tau mana gaya kupu-kupu, gaya katak dan sebagainya, nyontekpun aku nggak mau (aku orangnya gengsi bgt nyontek, kalo nggak ditawarin sama teman lebih dulu haha), apa itu nilai pengertiannya pak Fatur kali ya,,hehe trimakasih pak terimakasih Tuhan.. BERSAMBUNG

Yang Jatuh Siapa, Yang Trauma Siapa

Ada yang masih belum berani belajar motor?? sayapun pernah mengalaminya dulu. Juni 2013 adalah pertama kalinya saya berani mengendarai motor, proses untuk bisa mengendarai motorpun lumayan lama. Tulisan ini dikhususkan untuk teman-teman yang masih belum berani belajar motor atau yang takut jatuh, tapi pengeen banget bisa pake motor, semoga bisa mengubah mindsetnya supaya berani mengendarai motor sendiri biar tidak merepotkan orang lain, minta dianterin, minta dijemput, apalagi yang punya aktifitas lumayan padat ojeknya juga bisa capek mba’ apalagi ojek pribadi. Waktu itu saya sudah kuliah, dan sudah berumur 20 tahun, teman-teman sebaya sayapun rata-rata sudah bisa bawa motor sendiri. Tapi masalahnya, tinggal saya yang belum berani belajar motor. Banyak yang bertanya kenapa saya nggak belajar motor, jawabannya cuma satu “takut jatuh”. Aku bener-bener nggak berani belajar motor karena aku takut banget jatuh atau mengalami kecelakaan alias tabrakan, maklumlah rumah saya dipinggir jalan, banyak kejadian-kejadian tragis yang saya saksikan di daerah yang rawan kecelakaan ini, ada yang masuk ke got, ada yang kepalanya bocor, ada yang betisnya luka parah, ada yang ndak kenapa2 tapi pingsan, ada yang kaki tangannya patah, sampai ada yang jatuh ke kolong jembatan. Aduh sadis-sadis banget kaan??, rentetan peristiwa kecelakaan inilah yang membuat saya mengurunkan niat untuk belajar motor, padahal waktu saya masih SMK saya sangat ingin sekali dan bercita-cita untuk bisa mengendarai motor sendiri. Banyak orang yang menyemangati supaya saya mau belajar motor, kata ibunya teman saya “ na belajar motor biar gampang nanti..” maksudnya kalo kemana-mana nggak bakalan repot cari orang atau ojek. Hehe makasi nasehatnya bu.. Tetangga saya bilang “cepetan belajar motor, bentar lagikan kamu PKL capek nanti kakaknya anterin tiap hari” dalam hati aku menjawab kalo capek kan bisa istirahat, lagi pula kalo bawa motorkan yang kerja cuma tangan pas nge-gas aja jadi nggak bakal capek-capek bangetlaah.. Ibuku juga ikut manas-manasin “coba... ada orang yang mau ngajarin saya, saya yang akan belajar motor” saya jawab: “ itukan suruh bapak yang ngajarin”, ibuku tak merespons. Hehe feeling saya, ibu bilang seperti itu cuma buat manasin aku kan?. Ada juga yang bilang “ belajar motooor.. biar gaul..” hehe gaul?? Gaul itu apaan siiih??. Begitu banyak kata-kata motivasi yang lain tapi aku memang keras kepala dan lumayan pengecut, aku masih saja belum mau dan belum berani belajar motor. Sampai pada suatu hari tanpa sengaja saya mendengar seorang ustadz bertausiyah di sebuah stasiun televisi TV ONE, saya kurang inget ustdz siapa tapi menurut feeling saya kalo itu adalah ust. KH. Zainuddin MZ deh, soalnya ustdz ini kalo ngomong suka bener hehe, bukan berarti ustdz yang lain nggk bener yaa, tapi apa yaa ust ini kalau ceramah retorikanya itu kren banget, langsung nancep di hati. Aku memang tak menyimaknya dari awal, aku hanya mendengar sepotong kalimat yaitu “..yang jatuh siapaaa, yang trauma siapaa...” dan intonasinya itu ngejek banget gitulo,, saya bergumam dalam hati “ustadz ini ngomongin aku kayaknya?” aku sedih, aku tersinggung, aku panaas denger ucapan tsb. Saya jadi mikir, selama ini kan yang aku saksikan jatuh dan kecelakaan itu orang, trus kenapa saya yang traumaa? Mending saya yang ngalamin jadi wajar kalo saya yang trauma, tapi inikan saya belum ngapa2in kok trauma??. Welleh-welleh ustdz ini bener-bener bener yaa(hihihi) dan dari sinilah hatiku mulai mantap untuk mau belajar motor.. ustadz terimakasih yaa sindirannya. Tapi dibalik semua ini saya yakin Allahlah yang merencanakannya, Allah ingin memudahkan aku lewat sindiran sang ustadz, Dia menginginkan aku supaya bisa, supaya aku mudah pergi ke kampus, mudah pergi mengunjungi majelis-majelis ilmu (halaqoh), mudah mengunjungi keluarga, mudah ke pasar, ke dokter dan lain-lain. Thankyou Allah.Iloveyou. Allah memang sangat baik padaku. Akhirnya sayapun mulai belajar, yang ngajarin banyak mulai dari alm. Bang Jack(kakak pertamaku namanya M.Zikri Rahman tapi sering kami panggil K’Jack), Amin(tetangga), Eli(teman SMK), dan terakhir yang ngajarin Ayah saya. Pertama, diajarin sama bang Jack, malam hari dijalan raya depan rumah, saya mulai mencoba megang stang (hatiku deg-degan) kutarik gas pelan-pelan dan Jupiter Z itupun mulai berjalan sangat pelan tapi kok belok kiri-belok kanan tak karuan (hehe lucu bgt kliatannya) kami hampir jatuh dan sayapun disuruh berhenti dulu dipinggiran jalan (aduuh aku takuuut), beberapa saat kemudian saya mulai lagi menarik gas agak keras sedikit dari sebelumnya dan motor itupun mulai melaju dengan kecepatan sedang (waah ternyata begini ya rasanya naik motor hehe kataku dalam hati). Tiba-tiba bang Jack menepuk tangan kananku “tangan kamu jangan terlalu keras” sayapun memperbaiki posisi tanganku tapi lagi-lagi dia bilang kalau tanganku masih keras, aduuh maksudnya keras itu gimana sih. Jadi ternyata tangan keras itu kayak orang pake Satria F(tangannya lurus ke bawah) sedangakan yang nggak keras itu yang nggak lurus (tangan agak ditekuk sedikit). Setelah beberapa putaran kamipun mengakhiri dulu untuk pertemuan pertama. Tutor kedua, si Amin tetangga yang baik hati jujur & tidak sombong ini menggantikan bang Jack mengajariku karena bang Jack pergi ke negeri seberang, saya pun belajar sama dia hanya satu kali pertemuan karena dia sibuk kerja nggak enak minta diajarin terus tapi sebenarnya dia mau aja kalau diminta, secara dia itu orangnya baik banget. Ketiga, temanku Eli membawaku ke sekolah untuk belajar karena sekolah kami memang cukup luas cocok sebagai tempat belajar, dua kali pertemuan saya lalui bersama Eli sayapun sudah berani mengendarai sendiri tapi saat itu saya masih belum terlalu fasih untuk memasuki jalan raya. Terakhir Ayah sayapun ikut berpartisipasi(hehe), malam hari di halaman toko Kali Palung saya mencoba memasihkan diri, beberapa kali saya jatuh ringan tapi aku terus bangkit lagi dan lanjut belajar untuk belok kiri belok kanan dan terus menyusuri halaman toko dari timur ke barat bolak balik, di sini saya belajar dua malam. Dan terakhir saya diajak belajar ke Rambang, di sinilah finallnya di hamparan tanah luas dan pepohonan tumbuh di sekitaran lapangan tersebut, senang rasanya berkeliling di sana, saya tak lagi mengalami jatuh, saya sudah mulai lancar, seharian saya belajar di sana sampai kulit kami hitam terpapar sinar matahari yang begitu terik. Setelah dirasa cukup bisa kamipun pulang dan saya disuruh dari depan oleh Ayah saya, sayapun mau dan belajar melaju di jalan raya. Akhirnya saya pun bisa mengendarai motor sendiri alhamdulillah..Thankyou so much. Dari bimbingan orang-orang inilah akhirnya saya bisa mengendarai motor sendiri. Hehe makasi makasi makasi..Never forget to say Lailahaillallah(Maherzein). Jadi udah bisa bawa motor??// udah alhamdulillah Udah jatoh??// udah Sakit??// sakit dikit, Trauma??// ndak hehe Nooh makanya jangan trauma sebelum mencoba, trauma sebelum mencoba itu rugii.. kalau untuk urusan kecelakaan-kecelakaan mah itu memang sudah takdir Tuhan yang penting kita sudah memenuhi syarat dalam berkendara yaitu pake helm, jangan kebut-kebutan dan kalo ada SIM & STNK jangan lupa dibawa siapa tau ketemu seragam coklat alias polisi biar amaan gitulo..Jadilah Pelopor Keselamatan@Pesan 86.

No Smoking!!

Bi’ ada rokok? Maaf mas tidak jual rokok. Astagfirullah// Bu’ araq rokok? Ndaraq pak. Adduh!!// Bi’ bli rokok.. Nggak jual rokok, anak sekolah nggak boleh ngerokok! Bi’ saya sudah bisa cari uang sendiri!, yaa walaupun SPP masih dibayarin orangtua siih.// Bli rokok.. Ndak ada rokok Suruh nutup aja kios itu.! Hehe kalimat-kalimat inilah yang sering terlontar ketika ada yang mau bli rokok di warung kecil saya. Awalnya saya memang jualan rokok tapi setelah mengetahui bahaya rokok, hukum merokok dan menjualnya, saya akhirnya berhenti untuk menjual barang tersebut. Walaupun ada sedikit rasa kasihan sama orangtua - orangtua yang pengen banget ngerokok itu, tapi perasaan itu mulai hilang mengingat bahayanya orang merokok. Rokok itu mengandung racun, terdapat jutaan bakteri yang akan merusak jantung, paru-paru dan bagian tubuh lainnya akibat rokok tersebut. Lebih-lebih lagi katanya perokok pasif lebih beresiko daripada perokok aktif, artinya orang yang tidak merokok hanya menghirup asap rokok lebih rentan terkena dampak negatif dari rokok terebut dibanding dengan orang yang merokok. “ROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN” pesan ini sering kita temukan di bungkus rokok ataupun iklan-iklan rokok. Nah sipembuat rokok aja tahu kalau rokok itu memang bahaya (tapi kenapa ya tetap saja diproduksi?/ kalau nggak diproduksi petani-petani tembakau lotim rugi dong na/kan bisa tanam yang lain/tapi hasilnya nggak seperti kalau tanam tembakau/kalau udah usaha sedimikian rupa tapi hasilnya tidak seperti tanam tembakau, ya nggak apa-apa biar sedikit yang penting berkah, dibanding banyak tapi itu bahan buat ngeracun orang, gimana?). Dari sisi agama rokok juga tidak diperbolehkan, sesuai dengan hadits yang berbunyi : “dilarang melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri dan orang lain”. Rokok juga termasuk ya?. Pernah saya mendengar seorang ustadz berkata rokok itu ada yang makruh sampai yang haram (mungkin maksudnya yang makruh itu ya rokok yang hanya menggunakan daun tembakau yang dipotong kemudian dikeringkan itu aja atau yang disebut dengan “lompaq”, nah kalau yang haram yang selain dari itu kali ya). Kalau versi majelis ulama Indonesia rokok itu haram. Terlepas dari persoalan makruh or haram, menghindari rokok juga bisa menguntungkan lo, kan nggak perlu ngluarin duit buat beli rokok. Bayangin kalau satu bungkus rokok dikonsumsi untuk 2 hari, misalkan harga rokok Rp.12.000 (belum lagi yang rokoknya berklas tentunya akan lebih mahal). Jadi dalam 1 bulan budget untuk beli rokok = Rp.180.000, 1 tahun = Rp. 2.160.000 dikali berapa tahun konsumsi rokok. Ternyata lumayan gede ya apalagi yang ngrokok dari usia dini/remaja, kan banyak sekali ya anak-anak kecil sekarang sudah merokok(parah). Belum lagi nanti diakhirat ditanya darimana harta didapatkan dan kemana dibelanjakan, kalau jawabannya buat beli rokok kira-kira gimana tuh.. Yang jelas rokok itu mudharatnya lebih besar daripada manfaatnya. Kalau boleh ngasi saran buat teman-teman hindari rokok tersebut, buat yang udah terlanjur merokok dan susah berhenti merokok, pelan-pelan saja(kotak). Kalau perokok akan susah dapat jodoh, apalagi kalau ceweknya kayak saya, saya tidak mau menikah dengan perokok.(haha). Semoga bermanfaat.

Lifelong Learning


“TUNTUTLAH ILMU SEJAK DALAM BUAIAN HINGGA KE LIANG LAHAT”

“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." (Az-Zumar [39]: 9)